Senin, 04 April 2016

Trend Bisnis 2016 Gaya Internasional Hadir di Semarang, Central Java, Indonesia.

Ternyata dunia bisnis berkembang sangat pesat saat ini, padahal masih lekat dalam ingatan AFTA aggrement itu baru beberapa tahun berlalu dan MEA itu baru kemarin disepakati. Pengalaman pribadi telah memberi sedikit wawasan mengenai hal ini, bahwa globalisasi itu sudah sangat dekat dan lekat dalam keseharian kita. Bisa ditemui tidak hanya dalam kondisi pasif ketika membeli produk-produk buatan asing tapi kita juga dapat ikut terlibat secara aktif dalam produksi dan proses bisnis itu sendiri. Tak ragu dan tak perlu ada rasa khawatir bahwa nanti kita hanya jadi penonton di negeri sendiri, sebab kita bisa turun ke gelanggang dan ikut terlibat menjadi pemain disana.



Pengalaman pribadi bisa diceritakan sedikit lewat gambar/ foto diatas. Berawal dari posting tentang rent room for traveller by social media di facebook, perkenalan antara kami dimulai. Intinya pergaulan dan interaksi sosial bertaraf internasional bisa diawali dengan alasan sederhana lewat media apa saja. Kita bisa bertemu mereka di halaman rumah kita sendiri atau bertamu ke kediaman mereka di sebelah rumah kita. Artinya dekat sekali meskipun asal mereka jauh di belahan dunia sana serta berbeda budaya.



Alasan perjumpaan pun bisa beragam, bisa karena pertemanan, minat berinvestasi, atau kerjasama bisnis. Strategisnya posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara patut diperhitungkan dan dapat menjadi bahan pertimbangan pebisnis atau investor mancanegara. Bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunai, bangsa kita Indonesia punya potensi yang memiliki daya ungkit luar biasa.

Negara tropis seperti Indonesia itu kaya dengan hasil alam dan budaya yang dihasilkannya pun beragam dengan nuansa cahaya matahari tersebut. Kita mengenal buah kelapa, penghasil sawit, karet, teh, kopi, kayu, produksi tekstil, buahan tropis seperti salak dan manggis atau rempah lainnya seperti pala serta satwa-satwa langka sehingga dari kesemua bahan tersebut kita juga mengenal derivasi produksi turunannya seperti furniture dan ukiran, batik, pahatan patung dari batu alam, logam handycraft, wood furnicraft, etc.




Letak geografis Indonesia jelas lebih baik dari negara tetangga sebelah rumah, bahkan dengan kesadaran sejarah maka tidak pada tempatnya PM Singapura yg notabene hanya negara sebesar titik merah dalam peta menghina kita. Sayangnya sebagai bangsa yang besar justru kita sendirilah yang mengecilkan arti dan potensi tersembunyi negeri ini. Sepatutnya para pemimpin yang dikuasai visi dan misi menyadari bahwa bila banyak warga negara asing berbondong datang ke negeri ini maka kita harus berani menolak intervensi mereka.

#BukanUrusanSaya, it's not my business bukan disini tempatnya bila kita mau bicara politik, selain kecilnya dampak bagi kebijakan ekonomi membahas politik bukanlah bidang saya. Akan lebih menarik bila ada investor yang mau terjun di bisnis dan berinvestasi di Asia Tenggara mengunjungi Indonesia, mungkin kita bisa lanjutkan pada diskusi tentang apa saja yang punya potensi untuk di kembangkan di negeri ini maupun belahan dunia lainnya diluar sana, pm to business consultant at Indonesia, southeast asia: johamdani@yahoo.com or call +62 821 3874 3737