Rabu, 29 Juli 2015

Seberapa Antik Koleksi Antik Anda? Suatu jawaban

Jokihoki: Sudah menjadi hal umum, saat kita membaca keterangan dari para penjual barang antik yang menyebut semua barang yang dijualnya adalah antik atau bahkan berani menyebutnya langka...

Pertanyaannya adalah bagaimana menentukan bahwa suatu barang itu dapat disebut antik atau langka, jangankan orang awam, mereka yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun pun mungkin tidak dapat secara akurat memastikan tingkat kelangkaan dan usia keantikan dari suatu barang...

Untuk itu, sebagai penggiat barang antik yang mungkin berniat menjual koleksinya, disarankan untuk lebih konservatif dalam memberikan lebel "langka" atau "one-of-a-kind" kecuali kita benar-benar dapat memberikan informasi dan data pendukung yang akurat...

Mungkin wacana pembentukan semacam wadah sertifikasi keantikan, keaslian dan kelangkaan perlu dipikirkan untuk dibentuk di Indonesia. Kalau memang wadah semacam ini sudah ada, tidak maslaah diperbanyak, untuk memberikan iklim kompetisi yang sehat, dan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan...

http://pojokantik.blogspot.com/2012/01/seberapa-antik-koleksi-antik-anda.html

Kita cukup beruntung dengan adanya UU Cagar Budaya yg mempersempit definisi ini dalam lingkup yg lebih jelas yaitu bila berusia 50th dan mewakili rentang masa 50 tahun pula. Hal ini sedikit membantu para kolektor antik di Indonesia.Tambahan pula batas tipis antara barang antik dengan barang bekas, adalah riwayat/ sejarah dibalik benda itu sendiri. Penafsiran tersebut bisa berbeda tergantung pilihan tiap orang, tapi muncul kesepakatan nilai materi dari benda itu sendiri mewakili kelanjutan cerita kenangan berikutnya.

Terkadang kesan produk modern dan hasil pembuatan terkini pun bisa saja dibuat dengan tujuan menghiaskan masa lampau yang ingin dikenang sebelumnya. Contoh kasus, Kota Semarang terkenal sebagai Old City dengan konsep Little Netherland sebagai peninggalan kolonial di masa lalu. Untuk mengenang sejarah dan kejayaan kota ini maka pemkot sedang giat merenovasi bangunan lama, gedung tua, dan pusat kota jaman dulu yaitu di sekitar Johar seperti Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Gedung Murba, dan sekitarnya. Namun tak hanya itu, untuk menggiatkan pariwisata, bangunan dan arsitektur gedung baru pun di desain dengan konsep yang sarat pesan sejarah. Patung Founding Father's di jalan arteri Soekarno-Hatta adalah satu contoh diantaranya.


Selain itu sepanjang jalan pahlawan di Semarang pun kini juga di desain secara etnik agar terlihat antik.