Sabtu, 19 Desember 2015

May God Bless Blogger And The Team

Jokihoki: Thank's God, always hope Thou bless the blogger team at every where they are. Setelah sempat khawatir akses blog-website ini akan terblokir dan tidak bisa lagi mendukung kegiatan jurnalistik baik yang sifatnya pribadi/ personal hingga mempengaruhi hubungan antar perusahaan, syukurlah tak beberapa lama rasa cemas itu kini tak lagi ada. Blog saya sudah bisa diakses dan dibuka lagi, betapa bahagia dan indahnya dunia.



Rabu, 16 Desember 2015

New Definition of Journalistic

Jokihoki: Ada tiga acara jurnalistik yang diadakan berbarengan pada hari yang sama dengan waktu dan tempat yang berdekatan di Kampus Universitas Diponegoro pertengahan bulan November kemarin tepatnya tanggal 14 November 2015. Ketiganya memiliki tema yang sama yaitu jurnalistik, meskipun secara spesifik tidak serupa. Ada yang point utamanya di bidang teknik reportase atau liputan, lainnya membahas peran media sebagai pembentuk opini masyarakat, maupun yang rada mirip seperti citizen journalism.

Event Citizen Jounalism di Polines Undip
Jurnalistik adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta dan melaporkan peristiwa melalui pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi, pendapat pemerhati secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan dipublikasikan di media massa. Dalam jurnalistik selalu harus ada unsur kesegaran waktu (timeliness atau aktualitas). Seorang jurnalis memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi jurnalis adalah melaporkan berita. Kedua, membuat interpretasi dan memberikan pendapat yang didasarkan pada isi berita.

Event Kompasioner di Fak. Perikanan dan kelautan Undip

Berdasarkan definisi tersebut, maka muncullah ide untuk menggagas acara serupa meskipun hanya sederhana namun mampu menggalang kebersamaan dengan semua kalangan baik mahasiswa maupun masyarakat umum. Upaya untuk membentuk jaringan dan mempererat hubungan antar jurnalis di era keterbukaan informasi dan kebebasan berekspresi seperti sekarang ini. Apalagi seperti yang sudah banyak diketahui, bahwa media menyampaikan informasi tidak lagi dimonopoli oleh media berkategori besar seperti koran, radio, atau televisi berpredikat nasional maupun lokal. Tapi kini sudah ada media independent yang bersifat personal dengan konsep internet digital semacam sosial media, blog/ website, dan konten internet lainnya.

Event Lembaga Pers Mahasiswa Kinetika FT. Kimia Undip
Ketiga acara yang diadakan yang secara lokasi dekat dengan waktu yang hampir bersamaan tersebut, sayangnya dikelola dengan manajemen berbeda tanpa adanya upaya perekat komunitas. Memang dapat kita temui poster acara di tempat yang penyebarannya termasuk ruang lingkup berbeda, akan tetapi tanpa komunikasi yang lebih intens tidak akan menghasilkan sinergi dari kolaborasi yang memadai. Akibatnya potensi dari masing-masing acara hanya akan berjalan sendirian. Dengan demikian, hasilnya tentu kurang optimal bila diselenggarakan bersama atau setidaknya dibawah naungan manajemen dengan lingkup yang lebih meluas secara eksternal. Tentunya, meskipun hal ini terkesan idealis namun juga realistis dan dapat menjadi sebuah bisnis. Banyak peluang yang bisa terkelola secara optimal lewat komunitas jurnalistik.




So let me propose a plan with my perspective. 
Uplift people mindset by journalistic with blogger activity, like we do in Semarang, Central Java.

The reason is simple, literacy levels Indonesian people is still low. So, takes effort to change the paradigm that the information age has begun. The younger generation must be taught how to convey the message that the world is changing towards a better. Therefore step by step, we can produce progress together through sharing experiences and knowledge. Sometimes poverty is not due to lack of willingness of someone trying, but due to the opportunity for change that are sometimes not felt equally by everyone. Be expected to share ideas will create a community of mutual support.

Now that's what I'm doing as a blogger and historian concurrently as well as EO. Conduct regular meetings once a month, minimum. We gathered to discuss about journalism, then use it to build a personal brand, promotional, marketing, and especially to make our business ideas into real action. A lot of students or the general public are aware of this movement, many who want to join us. But we are constrained by the lack of facilities such as the cost to hangout, communication, massive mobilization, or how to produce a satisfactory solution for all parties who participate. For that we need a lot of resources such as fund to rent a representative gathering place, costs to communicate, and other costs that can help them.

(J. Hamdani +62 821 3874 3737 http://sejarawan.blogspot.com or by E-mail to: johamdani@yahoo.com)


Nb. Please help us so that this activity can be developed further and to inspire a lot of people out there.

Rabu, 09 Desember 2015

Ganti dan Modifikasi Jok Kendaraan Bermotor Rd 4/2 di Semarang

Jokihoki: Bisnis di Semarang begitu beragam, mulai dari usaha bermodal besar maupun hingga bisnis mikro kecil yang hanya mengandalkan tenaga saja. Pengalaman yang dapat jadi contoh untuk menggambarkan secara spesifik maksud kalimat diatas, baru saja terjadi secara pribadi kemarin. Saat jok motor sudah waktunya diganti, tak sulit mencari bengkel spare part motor di Semarang. Bahkan pusat onderdil dan perlengkapan kendaraan bermotor juga sudah sangat terkenal disini yaitu, area sepanjang Jalan Barito.



Hanya sejarak belokan jalan, maka sepanjang jalan di kawasan kampung kali Semarang juga terdapat beberapa tempat untuk mengganti jok motor ini. Bedanya dengan beberapa tahun lalu kawasan kampung kali sekarang lebih lebar dan untuk belokan sudah lebih tertib serta diimbangi dengan penempatan batas jalan sesuai dengan tata kota yg diperuntukkan ada bagi pengguna jalan agar lebih nyaman. Jalan dipisah dan terbagi menjadi dua jalur yang dibatasi oleh sungai dan sekat setinggi setengah meter. Masing-masing bahu jalan punya lebar lima meter dan hal ini memperlihatkan kesan apik dan teraturnya kawasan ini sekarang.


Sepinggir jalan ini, baik di kiri maupun di kanan sudah banyak bangunan yang bukan sekedar sebagai tempat tinggal tetapi sudah sebagai bangunan yang diperuntukkan untuk usaha. Jenis usahanya pun bermacam-macam, mulai dari gerai toko kelontong franchiser (Indomaret), leasing dan finance (Mitsui), notaris/ PPAT,  rental mobil, caffee (Old Town White Coffee), Beauty and skin, Bandeng Presto, dan masih banyak lagi.


Kembali ke topik awal, modifikasi motor kurang afdol rasanya kalau masih membiarkan jok standar. Semarang Barito sekitarnya termasuk gudangnya yang piawai mengubah desain asli menjadi sesuai keinginan pemilik kendaraan. Soal harga jangan khawatir disini semua masih bisa dibicarakan, dan hasil negoisasi tergantung kesepakatan dua belah pihak. Kalau tidak cocok masih banyak tempat lain disebelahnya yang bisa kasih harga murah dengan kualitas yang tak kalah, anda muntaber aja dulu asal sopan (MUNdur TAnpa BERita). Tapi Semarang ini berlaku istilah OROR ono rego ono rupo, berani bayar sedikit mahal dengan imbalan kualitas yang lebih tinggi. Itu sebabnya meskipun saya bisa dapat harga dibawah cepekban (100rb) namun tak ada ruginya nambah biaya sedikit untuk servis jok luar-dalam. O ia perlu jadi bahan pertimbangan juga meskipun tak punya spare-part atau model jok seperti yang kita minta, penjual rela bersepeda sejauh 500meter atau makan waktu 30menit untuk mencarinya selama kita sebagai pembeli sabar menanti.


More Business Info, 0821 3874 3737 Jokihoki Semarang

Rabu, 29 Juli 2015

Seberapa Antik Koleksi Antik Anda? Suatu jawaban

Jokihoki: Sudah menjadi hal umum, saat kita membaca keterangan dari para penjual barang antik yang menyebut semua barang yang dijualnya adalah antik atau bahkan berani menyebutnya langka...

Pertanyaannya adalah bagaimana menentukan bahwa suatu barang itu dapat disebut antik atau langka, jangankan orang awam, mereka yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun pun mungkin tidak dapat secara akurat memastikan tingkat kelangkaan dan usia keantikan dari suatu barang...

Untuk itu, sebagai penggiat barang antik yang mungkin berniat menjual koleksinya, disarankan untuk lebih konservatif dalam memberikan lebel "langka" atau "one-of-a-kind" kecuali kita benar-benar dapat memberikan informasi dan data pendukung yang akurat...

Mungkin wacana pembentukan semacam wadah sertifikasi keantikan, keaslian dan kelangkaan perlu dipikirkan untuk dibentuk di Indonesia. Kalau memang wadah semacam ini sudah ada, tidak maslaah diperbanyak, untuk memberikan iklim kompetisi yang sehat, dan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan...

http://pojokantik.blogspot.com/2012/01/seberapa-antik-koleksi-antik-anda.html

Kita cukup beruntung dengan adanya UU Cagar Budaya yg mempersempit definisi ini dalam lingkup yg lebih jelas yaitu bila berusia 50th dan mewakili rentang masa 50 tahun pula. Hal ini sedikit membantu para kolektor antik di Indonesia.Tambahan pula batas tipis antara barang antik dengan barang bekas, adalah riwayat/ sejarah dibalik benda itu sendiri. Penafsiran tersebut bisa berbeda tergantung pilihan tiap orang, tapi muncul kesepakatan nilai materi dari benda itu sendiri mewakili kelanjutan cerita kenangan berikutnya.

Terkadang kesan produk modern dan hasil pembuatan terkini pun bisa saja dibuat dengan tujuan menghiaskan masa lampau yang ingin dikenang sebelumnya. Contoh kasus, Kota Semarang terkenal sebagai Old City dengan konsep Little Netherland sebagai peninggalan kolonial di masa lalu. Untuk mengenang sejarah dan kejayaan kota ini maka pemkot sedang giat merenovasi bangunan lama, gedung tua, dan pusat kota jaman dulu yaitu di sekitar Johar seperti Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Gedung Murba, dan sekitarnya. Namun tak hanya itu, untuk menggiatkan pariwisata, bangunan dan arsitektur gedung baru pun di desain dengan konsep yang sarat pesan sejarah. Patung Founding Father's di jalan arteri Soekarno-Hatta adalah satu contoh diantaranya.


Selain itu sepanjang jalan pahlawan di Semarang pun kini juga di desain secara etnik agar terlihat antik.







Selasa, 30 Juni 2015

Kilas Lintas Sejarah Keramik Antik yang Klasik







Jokihoki: Delft Biru adalah gerabah/ keramik yang terkenal di dunia yang telah diproduksi di kota Delft Belanda sejak abad ke-17. Antara 1600 hingga 1800, gerabah ini populer di kalangan keluarga kaya yang akan memamerkan koleksi mereka Delft Biru satu sama lain. Meskipun perajin tembikar Delftware lebih suka menyebut gerabah/ keramik mereka "porselen", itu hanya versi yang lebih murah dari porselen Cina yang nyata. Delft Biru tidak dibuat dari tanah liat porselen khas, tetapi dari tanah liat yang dilapisi dengan glasir timah setelah di cat. Meskipun demikian, Delft Biru mencapai popularitas yang tak tertandingi, dan pada puncaknya, ada 33 pabrik di Delft. Dari semua pabrik ini, satu-satunya yang tersisa saat ini adalah Royal Delft.

Berbagai tren dalam gerabah dapat diamati selama berabad-abad. Pada tahun 1550, Maiolica gerabah dari Spanyol dan Italia adalah tren. Banyak tembikar di Antwerp menyalin gerabah populer sampai mereka terpaksa melarikan diri dari kota dari penakluk Spanyol pada 1585. Para perajin tembikar bergabung kembali di Delft, di mana mereka berkonsentrasi pada mereproduksi tren terbaru, porselen Cina, mulai tahun 1602. Sejak saat itu, para kota Delft telah terkait erat dengan Delft Biru gerabah.

Antara waktu 1600 hingga 1800, Delft adalah salah satu produsen gerabah paling penting di Eropa. Delft Blue gerabah sangat populer, dan dikumpulkan oleh keluarga kaya di seluruh dunia. Sayangnya, bagi banyak perajin tembikar pada saat itu, Delft Blue juga pergi keluar dari tren fashion, dan satu demi satu, mereka harus menutup pintu mereka. Satu-satunya yang tetap beroperasi sejak 1653 adalah de Koninklijke Porceleyne Fles, dikenal sebagai Royal Dutch, sebuah perusahaan yang terus menghasilkan Delft Biru tembikar sesuai dengan metode tradisional. Lokasi lain di dalam dan sekitar Delft di mana pengunjung dapat melihat gerabah yang dibuat oleh De Delftse Pauw dan di banyak toko-toko souvenir di sekitar alun-alun pasar sentral (Grote Markt) di Delft.

Kisah diambil dari http://www.holland.com/us/tourism/activities/traditional/delft-blue/history-of-delft-blue.htm dan diterjemahkan oleh Old Amsterdam Antiques

http://www.old-amsterdam-antiques.co.id Galeri Antik Indonesia, dengan koleksi dari Eropa.